Azan yang biasa kita dengar setiap hari adalah sebagai pertanda bahwa
waktu sholat telah tiba dan juga sebagai ajakan/panggilan untuk
melaksanakan sholat di masjid. Tapi dibalik itu ada fakta menarik
tentang azan. Simak 6 hal menarik tentang azan berikut :
1. Kalimat penyeru yang mengandung kekuatan dahsyat.
Begitu adzan berkumandang, kaum muslim yang
benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah akan segera bergegas ke
masjid menunaikan salat. Tanpa sadar syaraf akan memerintahkan tubuh
untuk segera menunaikan salat. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius
dalam otak umat muslim mendadak bergetar hebat, terhubung secara
simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba. Seakan suara
khas adzan telah tertanam dalam alam bawah sadar setiap muslim. Sehingga
ketika mendengarnya, indra-indra tubuh mereka lalu bergerak untuk
salat. Suara adzan seakan telah menyentuh fitrahnya untuk beribadah.
2. Banyak non-muslim yang menjemput hidayah setelah mendengar adzan.
Banyak kisah perjalanan hidup kaum mualaf hingga akhirnya menemukan
hidayah yang seringkali menyentuh nurani. Berbagai sebab mereka akhirnya
masuk Islam. Salah satu sebab yang sering terjadi adalah suara adzan
yang didengar mereka, telah menggetarkan hari dan kesadaran terdalam
untuk mengucap syahadat. Seakan fitrah Islam dalam diri mereka
terbangkitkan melalui alunan adzan itu.
Kementerian Urusan Agama Turki pernah melansir sedikitnya 634 orang
telah masuk Islam selama tahun 2011, termasuk 467 wanita, yang berusia
rata-rata 30 sampai 35 tahun, dan berasal dari kebangsaan yang berbeda
mulai dari Jerman, Maldiva, Belanda, Perancis, Cina, Brasil, AS, Rumania
dan Estonia.Mereka adalah turis-turis yang tengah melancong ke Turki.
Di kota Kayseri Turki sendiri, sedikitnya 14 orang telah masuk islam
selama empat tahun terakhir, termasuk 10 wanita. Grand Mufti kota
Kayseri, Syaikh Ali Marasyalijil menyebutkan umumnya mereka masuk Islam
setelah tersentuh mendengar alunan adzan.
Rapper papan atas Amerika Serikat, Chauncey L Hawkins yang populer
disapa Loon bahkan mengakui masuk Islam setelah mendengar suara adzan
saat dirinya tengah berkunjung ke Abu Dhabi, Dubai.
Masih banyak lagi kisah menyentuh mualaf yang masuk Islam setelah mendengar alunan
kumandang adzan.
3. Perintah adzan datang melalui mimpi.
Pada awalnya Rasulullah SAW tidak tahu dengan cara yang digunakan
untuk mengingatkan umat muslim bila waktu salat tiba. Ada sahabat yang
menyampaikan usul untuk mengibarkan bendera, menyalakan api di atas
bukit, meniup terompet, dan membunyikan lonceng. Semua saran itu
dianggap kurang cocok.
Hingga datanglah sahabat, Abdullah bin Zaid yang bercerita jika dia
mimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan
adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan seperti saat ini. Lalu
dikabarkanlah perihal mimpi ini kepada Rasulullah. Umar bin Khathab
mendengar hal itu dan ternyata dia juga mengalami mimpi yang sama.
”Demi Tuhan yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku
benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi)”. Lalu
Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.” Rasulullah menyetujui untuk
menggunakan lafaz-lafaz adzan itu sebagai tanda waktu salat tiba.
4. Dikumandangkan saat peristiwa-peristiwa bersejarah.
Selain digunakan untuk menandakan waktu salat tiba, adzan juga
dikumandangkan pada momen-memen penting dan bersejarah. Misalnya ketika
seorang bayi lahir. Selain itu, saat peristiwa penting dalam Islam
terjadi, adzan juga berkumandang. Ketika pasukan Rasulullah berhasil
menguasai Makkah dan berhala-berhala di sekitar ka’bah dihancurkan,
Bilal bin Rabbah mengumandangkan adzan dari atas Ka’bah.
Peristiwa lain, ketika Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman
yang mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur, beberapa perajurit Ottoman
masuk ke dalam lalu mengumandangkan adzan sebagai tanda kemenangan
mereka.
5. Miliaran kali dikumandangkan sejak 14 abad lalu.
Adzan dikumandangkan 5 kali sehari. Semenjak adzan pertama kali
dikumandangkan 14 abad lalu hingga saat ini, tak dapat dihitung berapa
juta kali adzan telah berkumandang. Anggaplah setahun 356 hari. Jika 14
abad adalah 1400 tahun, maka 1400 tahun x 356 hari = 511000 hari. Dalam
satu hari, adzan 5x dikumandangkan. Sehingga sedikitnya adzan telah
dikumandangkan 2.555.000 kali. Jika dalam satu hari ada 1 juta muslim di
dunia yang mengumandangkan adzan, jadi adzan telah dikumandangkan
sebanyak 2.555.000.000.000 kali. Subhanallah!
6. Tak henti dikumandangkan hingga kiamat.
Bumi berbentuk bulat. Ini menyebabkan terjadi perbedaan waktu solat
pada setiap daerah. Ketika adzan telah selesai berkumandang di satu
daerah, maka selanjutnya adzan berkumandang di daerah lain. Satu jam
setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta,
disusul pula Sumatera. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia
sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam
waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota
Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah
dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus
menuju Bombay dan seluruh kawasan India. Srinagar dan Sialkot (sebuah
kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama.
Begitu seterusnya adzan terus berkumandang di bumi dan tidak pernah berhenti hingga kiamat terjadi. Subahanallah.
Sumber: eramuslim.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar